Menguak Mitos Tradisi Masangin di Alkid Jogja

Yogyakarta tidak pernah kehabisan cerita mistis dan budaya yang sangat melekat di hati masyarakatnya. Salah satu aktivitas yang paling ikonik dan selalu ramai oleh wisatawan saat malam hari tiba adalah mencoba tradisi masangin. Kegiatan ini menantang siapa saja untuk berjalan lurus dengan mata tertutup melewati celah di antara dua pohon beringin kembar yang besar. Meskipun terlihat sangat mudah, sebagian besar orang justru berjalan melenceng jauh ke arah samping atau berputar di tempat. Keunikan inilah yang membuat rasa penasaran yang tinggi pada para pengunjung. Bahkan membuat gelak tawa pengunjung ketika beberapa orang melenceng jauh.
Sejarah, Mitos, dan Makna di Balik Masangin
Istilah masangin sendiri sebenarnya merupakan sebuah singkatan dari kalimat bahasa Jawa, yaitu masuk di antara dua beringin. Tradisi ini sudah ada sejak zaman ketika Kesultanan Yogyakarta masih menggunakan Alun-Alun Kidul sebagai tempat latihan prajurit kerajaan. Dulu, para prajurit kraton melakukan latihan ketangkasan bersemedi dengan cara berjalan menutup mata melewati pohon beringin tersebut. Mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa hanya orang yang berhati bersih dan tulus yang bisa lolos melewati celah beringin. Oleh karena itu, banyak wisatawan yang penasaran ingin menguji tingkat konsentrasi dan kebersihan hati mereka secara langsung di lokasi ini.
Selain itu, ada juga kepercayaan lokal yang menyebutkan bahwa jika kamu berhasil lolos, maka semua keinginan dan hajat kamu akan segera terwujud. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, aktivitas ini telah berubah menjadi sarana hiburan rakyat yang sangat menyenangkan dan merakyat. Suasana malam di alun-alun akan terasa semakin meriah saat melihat teman atau keluarga kamu berjalan ke arah yang sangat tidak terduga. Sinar lampu dari wahana odong-odong hias yang berwarna-warni di sekitar lapangan menambah kesan ceria pada malam petualangan budaya kamu. Hal ini tentu memberikan pengalaman wisata malam yang sangat unik dan tidak bisa kamu temukan di kota-kota lainnya.
Perlengkapan dan Cara Mencoba di Lokasi
Untuk mencoba tradisi masangin ini, kamu tidak perlu repot membawa kain penutup mata sendiri dari rumah. Di sekitar area pohon beringin kembar, terdapat banyak warga lokal yang menyewakan kain penutup mata hitam dengan harga yang sangat murah. Petugas penyewaan akan membantu mengikat kain tersebut dengan sangat kencang agar kamu benar-benar berada dalam kondisi gelap gulita. Setelah mata tertutup, kamu bisa meminta teman atau pemandu untuk memutar badanmu beberapa kali agar arah fokusmu sedikit terganggu sebelum mulai berjalan.
Kamu akan memulai langkah kaki dari garis awal yang berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari pohon beringin. Koordinasi tubuh dan indra pendengaran kamu akan diuji di tengah keramaian suara pengunjung lain. Banyak orang merasa sudah berjalan lurus, namun ternyata mereka justru berjalan ke arah warung tenda di pinggir lapangan. Oleh sebab itu, aktivitas ini sangat membutuhkan ketenangan pikiran dan rasa percaya diri yang tinggi saat melangkah. Keamanan di sekitar area tengah lapangan sangat terjaga dengan baik karena permukaannya berupa pasir halus yang aman jika kamu tidak sengaja tersandung.
Info Harga Sewa dan Jam Operasional Terbaik
Aktivitas mencoba tradisi masangin ini bisa kamu lakukan kapan saja secara gratis jika kamu sudah membawa penutup mata sendiri. Namun, jika kamu ingin menyewa kain penutup dari warga lokal, biayanya sangat terjangkau. Uang hasil sewa tersebut masuk ke dalam dana untuk menjaga kebersihan area di tengah alun-alun dari sampah plastik.
Harga sewa penutup mata: Rp5.000 (Sepuasnya sampai berhasil).
Jam operasional terbaik: 18.00 – 23.00 WIB (Suasana malam paling meriah).
Rute dan Akses Menuju Alun-Alun Kidul
Lokasi untuk melakukan tradisi masangin ini berada tepat di Alun-Alun Kidul (Alkid) yang terletak di sisi selatan kompleks Keraton Yogyakarta. Kawasan ini sangat mudah untuk kamu jangkau dari kawasan Malioboro menggunakan becak motor, andong tradisional, maupun layanan transportasi daring. Kamu cukup mengarahkan rute melewati Plengkung Gading menuju ke arah utara hingga menemukan lapangan luas dengan dua pohon beringin di tengahnya.
Akses jalan menuju alun-alun sudah sangat bagus, namun kondisi lalu lintas saat akhir pekan biasanya akan sangat padat oleh kendaraan wisatawan. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk datang menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki dari area penginapan di sekitar Prawirotaman. Selama berjalan menyusuri trotoar, kamu bisa sekaligus mencicipi berbagai kuliner malam seperti wedang ronde hangat dan jagung bakar yang sangat nikmat. Tersedia area parkir kendaraan yang cukup luas di sepanjang pinggiran jalan melingkar di luar alun-alun yang dikelola secara rapi oleh pemuda setempat.
Segera ajak sahabat kamu untuk menguji keberuntungan dan keseruan lewat tradisi masangin di Alun-Alun Kidul sekarang juga. Yogyakarta selalu menyimpan cerita tradisional yang dikemas secara sederhana namun mampu menghadirkan kebahagiaan yang sangat mendalam. Mari ciptakan momen tawa bersama di bawah rindangnya pohon beringin kembar yang penuh dengan nilai sejarah kebudayaan Jawa ini. Kamu juga bisa mengambil paket wisata pantai lengkap melalui Instagram @tourjogjakarta atau menghubungi nomor WhatsApp kami di 081227780246 untuk informasi lebih lanjut.

